Group's posts with tag: anatomi stress

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag anatomi stress
Blog EntryAnatomi StressFeb 12, '08 5:11 AM
by Prabu for everyone

STRESS

 Apakah Stress itu ?

Stress adalah Respon – Fisiologis, Psikologis, dan Perilaku, dari individu dalam usahanya untuk mengatasi dan beradaptasi terhadap tekanan dari luar dan dari dalam diri individu.

Stress dalam batas tertentu adalah hal yang wajar, merupakan salah satu emosi yang dapat membantu manusia mencapai cita-citanya.

Stress terlalu berat atau terlalu lama akan dapat menyebabkan dekompensasi individu. Stress menjadi penyakit akan mengakibatkan ketidak mampuan untuk berfungsi secara wajar dalam pekerjaan, sekolah atau kehidupan sosial.

Jenis stressor yaitu Fisik, Psikologis, dan Sosial.

Stressor fisik berasal dari luar, seperti Zat kimia, polusi, makanan, mikroba, radiasi, suara, obat-obatan, suhu udara, kelembaban, trauma, latihan fisik. 

Sementara Stressor Psikologis yaitu tekanan dari diri sendiri, yang paling berat karena cenderung terjadi berulang bisa disebabkan oleh stressor fisik atau sosial, akan tetapi kebanyakan oleh diri sendiri. Stressor psikologis berupa emosi yang sangat kuat, biasanya yang bersifat negatif, seperti : frustasi, anxietas, rasa bersalah, kuatir, marah, benci, sedih, cemburu, rasa kasihan pada diri sendiri, rasa rendah diri, takut, berkabung. Sedangkan Stressor sosial yaitu tekanan dari luar yang disebabkan oleh interaksi individu dengan lingkungannya. Banyak stressor sosial yang bersifat traumatik dan tak dapat dihindari, sperti : Kematian orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, pensiun, perceraian, masalah keuangan, pindah rumah, dll.

 

Konsep Stress :

    Stressor + Individu => Stress

 Sebagai penyebab antara stress diantaranya adalah sebagai berikut :

- Fisik/fisiologis                    

- Psikologis                       

- Sosial/lingkungan        

- Herediter (turunan)


 ·        Setiap individu akan bereaksi berbeda bila dihadapkan pada stressor yang sama.

·        Setiap individu memiliki tipe kepribadian yang berbeda.

 

Respon Stress :

1.      Eustress (baik/sehat),

2.      Neustress (seimbang)

3.      Distress (buruk/penyakit)

 

  • Eustress, yaitu bila respon stress baik, sehingga meningkatkan kesehatan tubuh atau jiwa. Sehingga eustres menghasilkan perasaan :

·        Vitalitas tinggi

·        Antusiasme

·        Optimisme

·        Pandangan hidup positif

·        Resistensi tubuh meningkat

·        Stamina meningkat

·        Produktivitas meningkat

·        Kreativitas meningkat

 

  • Neustress, yaitu bila respon stress perlu untuk menjaga

                      keseimbangan tubuh dan jiwa.

  • Distress, yaitu bila respon stress menjadi tidak baik dan 

                  mengakibatkan timbulnya penyakit fisik maupun jiwa.

 
Distress, menimbulkan perasaan :

·        Mudah lelah

·        Mudah marah

·        Daya konsentrasi menurun

·        Pesimis

·        Mudah sakit

·        Mudah depresif

·        Produktivitas menurun

·        Kreativitas menurun

 

Gejala stress :

1.         Gejala fisiologis tubuh, sehingga individu melakukan,

a.      Reaksi kewaspadaan

b.      Reaksi adaptasi

c.       Reaksi kelelahan

2.         Gejala psikologis, individu menjadi :

a.      Takut

b.      Resah

c.       Panik

Gejala Fisiologis Tubuh

Reaksi Kewaspadaan

(fight or flight response)

Reaksi Kelelahan

Reaksi Adaptasi

X Denyut jantung kian cepat

X Tekanan darah naik

X Pernapasan lebih cepat

X Otot-otot menegang

XProduktivitas keringat tinggi

X Pelepasan gula dan lemak

    kedalam aliran darah

XPelepasan faktor pembekuan

X Pencernaan melambat

X Terjadi kerusakan pada salah satu organ tubuh yang menyebabkan kematian.

 

Misalnya :  - Stroke

XTubuh beradaptasi terhadap reaksi fisiologis stress yang berkepanjangan.

X Hipertensi

X Asma Bronkiale

X Sakit kepala, leher, bahu, dan

    punggung

X Diabetes militus

X Hiperkolesterolemia

X Arteriosclerosis

X Penyakit jantung koroner

 

Anatomi Stress

Reaksi stress dan efeknya melibatkan otak dan seluruh fungsi tubuh, diantaranya adalah :

            > Susunan saraf                   

            > Sistem Imunitas

> Indera persepsi

> Kardiovaskular

> Kulit

> Keseimbangan Hormonal

> Sistem Cerna

> Sistem napas

 

Pengobatan Stress :

Rencana pengobataan didasarkan atas :

a. Dimensi Biologis           b. Psikologis                    c. Lingkungan

A.     Terapi Biologis

-         Obat anti cemas/anti depresi

-         Biofeedback untuk relaksasi otot

 

B.     Terapi Psikologis

1.      Upaya merubah persepsi

        Misalnya :

      - merubah sudut pandang individu terhadap stress.

- merubah nilai serta keyakinan yang dipakai untuk menghayati

  stress tsb.

2.      Upaya mengurangi tekanan akibat stress

a.      Latihan Relaksasi, ini dapat mengurangi rasa cemas, menidurkan mereka yang insomnia dan mengurangi sakit kepala yang ditimbulkan oleh stress.

Prosedur : - Pengenduran otot tubuh, secara teratur dan berulang.

                     - Relaksasi dipakai dalam menghadapi stress

                   - Prosedur kognitif untuk menenangkan pikiran beriringan

                      dengan memberi kata-kata penguat (mantera/do’a)

                   - Atensi pasif menghadapi stress.

b.      Hipnose :

-         Metode yang baik untuk relaksasi

-         Melalui instruksi hipnotik sehingga perasaan ketegangan batin menurun, dan juga gerak Faali menurun.

-         Dapat merubah persepsi.

3.      Psikoterapi (telah jelas)

 

C.     Terapi Lingkungan (environment)

1.      Keluarga : Suami/Istri, orang tua.

2.      Perkumpulan senasib : Klub orang dewasa atau remaja dan kawan seprofesi, dapat banyak membantu.

3.      Agama, misal pengajian (doa bersama), dapat memberi kekuatan pada individu yang menghadapi persoalan.

4.      Pekerjaan.



 


Dalam prakteknya ketiga dimensi terapi ini, dapat dipakai sekaligus dan dikombinasikan sesuai dengan kondisi atau keadaan klien.

Jadi pengobatan Stress harus dilaksanakan secara eklektik-holistik.

Dunia Psikologi
Join this Group!RSS FeedHelp on RSS FeedsAdd to My Yahoo
Report Abuse
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help